Setiap orang mempunyai wadah yang dapat menampung sesuatu dengan kuantitas tertentu. Apakah terlalu banyak yang mengisi wadahku ?. Sesungguhnya aku sendiri tidak suka jika terlalu banyak air yang ada di dalam wadahku, karena aku dan wadahku tidak dapat menampung apa yang melebihi kapasitasku dan wadahku sendiri.
Aku manusia terbodoh di dunia, apa yang aku lakukan saja aku tidak tahu. Dasar bodoh kau bib !
foto-foto di bawah ini merupakan Euphorbia hybrid yang dihasilkan di kebun saya, jadi saya punya hak penuh terhadap hybrid ini meskipun bukan saya yang menyilangkan. Hybrid ini kemungkinandone by accidentgara-gara ada serangga yang suka lalu lalang terbang kesana kemari. Lingkungan di kebun saya memang sudah saya atur sedemikian rupa sehingga ada kemungkinan terjadi persilangan secara bebas :)
*pakai teori di kuliah
Hybrid ini merupakan hybrid dari E. croizatii dan E. milii
Berikut gambar kedua tetuanya (images credit goes to www.euphorbia.de)
E. croizatii
E. milii
Ini hasilnya :)
Posturnya hampir mirip dengan kedua induknya, tinggi dan besar (kaya yang punya =_=)
Durinya intermediet dari kedua induknya. Bentuk duri diwarisi dari E. croizatii dan warna duri diwarisi dari E. milii. Mendellaw of segrefation you’re doing it right !
Bunganya berwarna kuning, ini warisan dari E. milii mungkin.
Soal nama sebenernya aku bisa ngasih seenak jidatku sendiri, tapi dulu aku pernah janji sama seseorang buat bikin nama dia jadi nama suatu kultivar. Seseorang yang dulu banyak aku curhatin tentang mimpi-mimpiku, hehe.
Yah paling tidak kalau ditanya “kamu anak pemuliaan tanaman bisa apa ?” aku bisa jawab “aku sudah bisa buat kultivar baru :P”
Hari ini selesai juga semester 5 dengan resmi. Ga kerasa udah 2,5 tahun aku kuliah di sini. Banyak teman, sahaba, kisah, drama (?), pengalaman, dan berbagai macam hal yang aku dapat selama berada di sini.
Di semester ini ambisi pribadiku perlahan tapi pasti mulai dapat aku raih. Teirmakasih Tuhan, aku percaya Engkau selalu mendengarkan doa dan permintaanku meskipun terkadang aku tidak patuh pada peraturanmu, hehe.
Di semester ini aku bisa bergabung di dua laboratorium yang aku inginkan, meskipun cuma sebagai ‘pembantu’ toh aku rasa ini proses yang alami dan harus dijalani.
Kalau dulu aku hanya bisa melihat dan terkagum-kagum dengan kemampuan pendahuluku di lab, sekarang aku bisa ikut bergabung dengan mereka. Berbagi ilmu, berdiskusi, dan bertukar pikiran dengan orang-orang yang aku kagumi dari sudut pandang keilmuan. Pertanyaannya sudahkah aku menjadi salah satu dari mereka ?
Kisah lain ? banyak untuk diceritakan, tapi kurang tepat mungkin untuk saat ini, hehe.
Sebagai manusia, sudahkah kita memanusiakan manusia ?